RSS

Gustav Wilhelm Baron von Imhoff

20 Aug

Di Kota Leer, Jerman Utara, pada 8 Agustus 1705 lahir Gustav Wilhelm Baron von Imhoff. Sejak muda von Imhoff sudah tertarik pada negeri-negeri nan jauh di seberang khatulistiwa. Kedekatannya dengan Belanda mempengaruhi pandangannya terhadap dunia. Cita-cita von Imhoff melanglang buana terwujud ketika dia menjadi pejabat VOC.

VOC banyak merekrut pemuda asal Jerman. Bahkan yang istimewa VOC juga merekrut orang Skotlandia, Polandia, Swiss, dan Perancis. Dalam aturan memang jelas dikatakan, siapa saja orang Eropa boleh menjadi pegawai VOC. Pada 1725 von Imhoff berangkat ke Batavia.

Di sinilah karier von Imhoff bermula. Di Batavia dia menikah dengan putri mantan Gubernur Jenderal Huysman van der Hille. Karena perkawinannya itu, dia menjadi lebih terpadang di kalangan bangsawan Belanda. Pada 1730 dia diangkat sebagai inspektur pelabuhan. Pada 1736 dia menjadi Gubernur Ceylon, yang juga di bawah kekuasaan VOC. Pada 1738 von Imhoff dipindahkan lagi ke Batavia sebagai anggota Dewan Hindia.

Pada 1740 di Bawah Gubernur Jenderal Adrian Valckenier terjadi huru-hara yang dalam peristiwa sejarah dikenal sebagai “Pembantaian orang-orang Tionghoa di Batavia”. Akibatnya pemerintah Belanda mengganti Valckenier dengan von  Imhoff. Sebagai gubernur jenderal, von Imhoff mendapat kuasa penuh untuk melakukan reformasi dalam tubuh VOC.

Pada 1741 menurut Rudieger Siebert dari Radio Suara Jerman Deutsche Welle, von Imhoff membuat memorandum untuk VOC yang membahas masalah kondisi VOC, yakni bagaimana memperbaiki dan mempertahankan kekuasaan VOC. Ketika itu VOC telah menjadi badan yang bobrok karena ulah para pejabatnya.

Kondisi Batavia juga semakin kotor. Menurut von Imhoff, tidak masuk akal kalau Batavia dibangun seperti kota di
Belanda dengan banyak kanal atau sungai. Hal itu dipandangnya hanya menjadi sarang nyamuk dan benih penyakit lain. Imhoff lalu mencari daerah pedalaman yang lebih sehat. Pada 1745 dia memerintahkan pembangunan tempat kediaman yang dinamakan Buitenzorg atau ‘tanpa kesusahan’. Lokasinya di bagian utara Kebun Raya Bogor sekarang.

Di Batavia selain menentang korupsi von Imhoff mendirikan sekolah kelautan atau Akademi de Marine dan tempat pendidikan untuk masyarakat luas. Dia juga membuka sekolah seminari. Namun untuk membersihkan VOC, dia sudah terlambat. Pada 1750 von Imhoff meninggal. Hanya jejaknya masih tertinggal di Batavia, yaitu batu nisannya di Museum Wayang dan tempat kediamannya sebelum menjadi gubernur jenderal yang sekarang dikenal sebagai Toko Merah.

sumber : Warta Kota #Wisata Kota Toea .

 
Leave a comment

Posted by on August 20, 2011 in Tempo Doeloe

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: